IHSG Hari Ini Terbaru: Pergerakan Indeks, Saham Penggerak, dan Sentimen Pasar
IHSG menguat 1,10 persen ke level 6.243 pada perdagangan pagi, Senin, 20 Juli 2026. Saham BBRI, BBCA, TLKM, BRPT, dan ASII menjadi penggerak utama indeks.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.
IHSG membuka perdagangan di posisi 6.197,48. Angka tersebut naik 21,95 poin atau 0,36 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan kemudian berlanjut hingga IHSG mencapai level 6.243,68 pada pukul 09.45 WIB. Posisi itu mencerminkan kenaikan 68,15 poin atau 1,10 persen. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.249 dan level terendah 6.191.
Aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen pasar yang cukup positif. Sebanyak 415 saham menguat, 151 saham melemah, dan 172 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,12 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,88 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp10.871,93 triliun.
Saham Perbankan Menjadi Penggerak IHSG
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG. Saham BBRI menyumbang sekitar 11,74 poin terhadap indeks. Pada pukul 09.28 WIB, harga BBRI naik 3,37 persen menjadi Rp3.070 per saham.
Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA turut menyumbang 8,87 poin. Penguatan indeks juga didukung oleh TLKM sebesar 3,71 poin, BRPT sebesar 2,33 poin, serta ASII sebesar 2,05 poin.
Penguatan pasar juga terlihat pada indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan. Pada pembukaan perdagangan, LQ45 naik 0,47 persen ke posisi 624,84.
Sentimen Pasar Masih Beragam
Pergerakan IHSG terjadi ketika pasar saham Asia menunjukkan arah yang beragam. Bursa China, India, Singapura, dan Thailand bergerak menguat. Sementara itu, bursa Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia berada di zona merah.
Sentimen domestik mendapat dukungan dari masuknya kembali dana investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp638 miliar. Namun, investor tetap mencermati konflik Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga minyak, pergerakan rupiah, serta keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada pekan ini.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan menghadapi area resistansi pada rentang 6.261 hingga 6.416. Sektor perbankan, infrastruktur, dan komoditas berpeluang menjadi penggerak apabila aliran dana asing terus berlanjut.