Medan
BREAKING Headline
Nasional EDITORIAL

BGN Tanggapi Sorotan Anggaran Rp113 Miliar untuk Jasa EO

Publish: 14 Apr 2026 0 komentar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

BGN Tanggapi Sorotan Anggaran Rp113 Miliar untuk Jasa EO
Komentar

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp113 miliar untuk penggunaan jasa Event Organizer (EO), yang kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan strategis lembaga yang masih berada pada tahap awal pengembangan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional.

“Pada tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk mengelola seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujar Dadan, Senin (13/4/2026), seperti dikutip dari Antara.

Sebagai lembaga yang masih baru dan menjalankan program strategis nasional, BGN saat ini belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk mengelola kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri. Dadan menegaskan bahwa dukungan dari pihak profesional seperti Event Organizer (EO) sangat diperlukan dalam penyelenggaraan acara besar, kampanye publik, serta sosialisasi nasional yang kompleks.

“Event Organizer (EO) memiliki keahlian khusus dalam pengelolaan acara, mulai dari tahap perencanaan, koordinasi vendor, pengaturan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal tersebut memerlukan pengalaman serta tim yang solid, yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN pada fase awal pembentukannya,” jelasnya.

Dadan juga menyampaikan bahwa penggunaan anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peran EO dalam Pengelolaan Kegiatan

Keterlibatan Event Organizer (EO) dalam pengelolaan kegiatan dinilai sangat penting. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari tahap perencanaan, koordinasi vendor, pengaturan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Dalam konteks ini, pengalaman serta tim yang solid yang dimiliki EO menjadi faktor krusial, terutama karena BGN masih berada pada tahap awal pembentukannya.

Dengan dukungan teknis dan administratif dari EO, proses pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Hal ini memungkinkan terciptanya tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertata, serta memastikan setiap tahapan penyelenggaraan acara berjalan sesuai rencana.

Selain itu, keterlibatan EO juga memberikan keuntungan dalam pengelolaan risiko operasional. Dadan menyebutkan bahwa EO mampu mengantisipasi berbagai potensi kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan kegiatan, sehingga tujuan program dapat tercapai secara lebih efektif dan efisien.

Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

BGN memiliki komitmen yang tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Dadan mengungkapkan bahwa seluruh pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses pengadaan dan pelaporan yang sistematis dapat memudahkan audit dan pengawasan.

Dadan memastikan semua komponen kegiatan terdokumentasi secara terstruktur, sehingga pengawasan dari lembaga pengawas internal maupun eksternal bisa terlaksana dengan baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran yang dialokasikan.

Efisiensi dan Solusi Jangka Pendek

Dari sisi efisiensi, Dadan mengungkapkan bahwa penggunaan EO lebih rasional dibandingkan dengan membentuk tim internal dalam waktu singkat. Proses membangun kapasitas internal yang baik memerlukan waktu, biaya untuk pelatihan, dan rekrutmen yang tidak instan, sementara program harus segera dilaksanakan.

"EO hadir sebagai solusi yang menjembatani agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," ucap Dadan.

Dengan kondisi yang mendesak dan kebutuhan pelaksanaan program, BGN melihat EO sebagai solusi bridging yang efektif. EO berperan sebagai jembatan untuk memastikan bahwa program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu.

Dalam praktiknya, Dadan menambahkan bahwa EO juga memberikan masukan strategis terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi, dan optimalisasi anggaran untuk memaksimalkan dampak yang dihasilkan oleh setiap kegiatan.

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.