Medan
BREAKING Headline
Nasional EDITORIAL

Kapan Lebaran 2026? Simak Data Hilal 1 Syawal 1447 H dari PBNU

Publish: 16 Mar 2026 0 komentar

Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 18 April, berdasarkan data hilal 1 Syawal 1447 H yang dirilis oleh PBNU. Simak informasi selengkapnya mengenai penentuan tanggal Lebaran berikut.

Kapan Lebaran 2026? Simak Data Hilal 1 Syawal 1447 H dari PBNU
Komentar

Umat Muslim di seluruh dunia menantikan Hari Raya Idul Fitri setiap tahun, yang diperingati setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah. Namun, pertanyaan tentang kapan tepatnya Hari Raya itu jatuh selalu muncul.

Dalam Informasi Hilal Awal Syawal 1447 H, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan informasi hilal tentang penentuan Idul Fitri pada 1 Syawal 1447 H.

Meskipun hilal tidak memenuhi syarat untuk imkanur rukyah pada 29 Ramadhan 1447 H, atau Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M, data falakiyah menunjukkan bahwa itu sudah berada di atas ufuk.

Kota Sabang, di Provinsi Aceh, memiliki hilal tertinggi dengan tinggi 2 dedajat 53 menit, elongasi hilal haqiqy 6 derajat 09 menit, dan lama hilal 14 menit 44 detik. Di Merauke, di Papua Selatan, hilal terkecil dengan tinggi 0 dedajat 49 menit, elongasi hilal haqiqy 4 derajat 36 menit, dan lama hilal 6 menit 36 detik.

Baca:
Apa Itu Lailatul Qadar? Malam Penuh Keutamaan yang Diperjuangkan Umat Muslim

Di lokasi Jakarta, di mana Gedung PBNU terletak di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6o 11’ 25” LS 106o 50’ 50” BT), tinggi hilal adalah 1 derajat 43 menit 54 detik. Matahari terbenam pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan barat, dengan elongasi 5 derajat 44 menit 49 detik, dan lama hilal adalah 10 menit 51 detik.

Saat ijtimak (konjungsi) terjadi pada Kamis Kliwon 19 Maret 2026 M pukul 08:25:58 WIB, matahari terbenam berada pada 00 derajat 33 menit 01 detik selatan titik barat, hilal berada pada 03 derajat 33 menit 03 detik selatan titik barat, dan matahari miring ke utara. Untuk menghitung data ini, Nahdlatul Ulama menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri modern.

Sementara itu, dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 19 Maret 2026 M (Penentuan Awal Bulan Syawal 1447 H), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan data tentang perhitungan hilal 1 Syawal 1447 H.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa nilai bujur ekliptika bulan dan matahari akan sama pada Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 01.23.23 UT, Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 08.23.23 WIB, Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 09.23.23 WITA, atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 10.23.23 WIT.

Baca:
Menjelang Idulfitri, Berikut Ketentuan Zakat Fitrah 2026

Dengan mempertimbangkan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat disimpulkan bahwa konjungsi terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 19 Maret 2026 sebelum Matahari terbenam karena waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.48.13 WIT di Waris, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh. Saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, ketinggian Hilal di Indonesia berkisar antara 0.91 derajat di Merauke, Papua hingga 3.13 derajat di Sabang, Aceh.

Namun, menurut data BMKG, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 4.54 derajat di Waris, Papua hingga 6.1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

Selain itu, umur bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 7.41 jam di Waris, Papua hingga 10.44 jam di Banda Aceh, Aceh.

Sementara itu, lama Hilal di atas ufuk berkisar antara 5.6 menit Mengingat bahwa kriteria imkanur rukyah belum terpenuhi, ada kemungkinan besar bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Hal ini ditunjukkan oleh data di atas. Oleh karena itu, Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H, mungkin jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perhitungan yang akurat ini sangat penting untuk memastikan bahwa Hari Raya tersebut dirayakan pada waktu yang tepat untuk ibadah dan keharmonisan masyarakat. Hasil dari pengamatan hilal juga menunjukkan betapa pentingnya tradisi ilmiah dan pengamatan langsung dalam menentukan tanggal dalam kalender Hijriyah.

Hasil rukyah yang diumumkan LF PBNU dan keputusan sidang isbat yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026) malam menentukan awal Syawal 1447 H.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/kapan-lebaran-2026-berikut-data-hilal-1-syawal-1447-h-oleh-lf-pbnu-cU3vp

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.