Tips Aman Cek Bansos Online agar Terhindar dari Penipuan
Cek bansos online sebaiknya dilakukan hanya lewat situs atau aplikasi resmi Kemensos. Hindari tautan mencurigakan, jangan bagikan NIK sembarangan, dan waspadai modus phishing yang mengatasnamakan bansos.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat mengecek status bantuan sosial secara online. Maraknya tautan palsu yang mengatasnamakan program bansos dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pribadi, terutama NIK, nama lengkap, nomor ponsel, hingga akun Telegram.
Cara paling aman untuk mengecek status bansos adalah melalui kanal resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Pada laman tersebut, masyarakat diminta memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP, mengisi kode verifikasi, lalu menekan tombol pencarian data. Situs resmi Kemensos juga menjelaskan bahwa data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dapat berubah sesuai pembaruan kondisi sosial ekonomi.
Selain melalui situs, masyarakat juga dapat menggunakan Aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Aplikasi ini digunakan untuk melihat kepesertaan bantuan sosial, seperti BPNT, BST, dan PKH, sekaligus menyediakan fitur usul dan sanggah bagi warga yang ingin memperbarui data penerima.
Untuk menghindari penipuan, masyarakat sebaiknya tidak membuka tautan bansos yang dikirim melalui pesan berantai, grup WhatsApp, Telegram, atau media sosial yang tidak jelas sumbernya. Komdigi pernah mengingatkan adanya tautan palsu yang mengatasnamakan pendaftaran bansos digital. Tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi pemerintah dan terindikasi sebagai modus phishing karena meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Masyarakat juga perlu waspada terhadap situs yang mengklaim sebagai “cek bansos resmi” tetapi meminta data berlebihan atau menjanjikan pencairan instan. Komdigi mencatat, beredar tautan yang mengatasnamakan Kementerian Sosial, padahal Kemensos menegaskan tidak pernah membuat situs atau tautan khusus untuk pendaftaran maupun pencairan bansos di luar kanal resminya.
Jika menemukan tautan mencurigakan, masyarakat disarankan tidak mengisi formulir, tidak membagikan NIK sembarangan, dan tidak mengirim kode OTP kepada siapa pun. Pastikan alamat situs benar, gunakan aplikasi resmi, dan konfirmasi informasi melalui desa, kelurahan, dinas sosial, atau kanal resmi Kemensos. Langkah sederhana ini penting agar proses cek bansos tetap aman dan masyarakat tidak menjadi korban penipuan digital.