Medan •
BREAKING Headline
Nasional EDITORIAL

Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Oktober 2026, Status Naik Siaga dan Radius Bahaya Jadi 5 Km

Publish: 10 Oct 2026 0 komentar

Gunung Anak Krakatau erupsi 9 Oktober 2026. Status naik menjadi Level III Siaga, sementara radius larangan aktivitas diperluas menjadi 5 km.

Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Oktober 2026, Status Naik Siaga dan Radius Bahaya Jadi 5 Km
Komentar

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat (9/10/2026). Rentetan erupsi mendorong Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kenaikan status mulai berlaku pada Jumat pukul 21.00 WIB. Pemerintah kini melarang masyarakat, nelayan, dan wisatawan mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Erupsi Terjadi Berulang Sepanjang Jumat

Berdasarkan laporan Badan Geologi, peningkatan aktivitas Anak Krakatau telah terpantau sejak awal Oktober 2026.

Pada Jumat pukul 16.17 WIB, gunung tersebut mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak mengikuti arah angin menuju utara serta barat laut.

Pemantauan hingga pukul 19.20 WIB mencatat sembilan kali erupsi. Sementara itu, laporan pengamatan sepanjang 9 Oktober mencatat 26 gempa letusan, disertai aktivitas kegempaan vulkanik lainnya.

Radius Bahaya Diperluas Menjadi 5 Kilometer

Menyusul peningkatan aktivitas tersebut, Badan Geologi memperluas zona larangan aktivitas dari sebelumnya 2 kilometer menjadi 5 kilometer dari pusat erupsi.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan status dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas gunung api.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar, hujan abu vulkanik, aliran lava, serta erupsi sekunder ketika material panas bersentuhan dengan air.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru yang terbentuk di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.

Warga Pesisir Diminta Tetap Tenang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan mengimbau masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pelaku wisata bahari, meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi batas kawasan berbahaya.

Meskipun aktivitas vulkanik meningkat, masyarakat di wilayah pesisir Lampung dan Banten tidak perlu panik atau langsung mempercayai informasi mengenai ancaman tsunami yang belum dikonfirmasi otoritas berwenang.

Warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah daerah dan memperoleh informasi dari kanal resmi Badan Geologi maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui laman MAGMA Indonesia di magma.esdm.go.id serta kanal informasi resmi BPBD setempat.

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.