UMKM Mulai Beralih ke Penjualan Online, Ini Strategi yang Dinilai Paling Efektif
UMKM makin aktif menjual produk secara online. Strategi paling efektif ialah menggabungkan WhatsApp, media sosial, marketplace, dan pembayaran digital.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mulai menjadikan kanal digital sebagai bagian penting dari aktivitas penjualan. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya jumlah usaha yang memanfaatkan internet untuk menerima pesanan, memasarkan produk, dan menjangkau konsumen di luar area usaha fisik.
Laporan Kementerian Perdagangan tentang kinerja Perdagangan Melalui Sistem Elektronik atau PMSE mencatat bahwa 42,02 persen usaha telah melakukan penjualan secara online pada 2024. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa pelaku PMSE didominasi oleh usaha mikro sebesar 97,38 persen. Angka ini memperlihatkan bahwa digitalisasi tidak hanya berkembang di perusahaan besar, tetapi juga mulai masuk ke lapisan usaha kecil.
Namun, strategi yang paling efektif bagi UMKM bukan sekadar membuka toko di marketplace. Data PMSE menunjukkan bahwa pelaku usaha lebih banyak menggunakan aplikasi pesan instan, media sosial, dan marketplace sebagai kanal tambahan penjualan. Karena itu, pendekatan omnichannel dinilai lebih realistis. UMKM dapat memakai WhatsApp atau aplikasi pesan instan untuk komunikasi dan transaksi cepat, media sosial untuk membangun perhatian konsumen, serta marketplace untuk memperkuat kepercayaan, pencatatan pesanan, dan dukungan logistik.
Peluang penjualan digital juga makin besar karena jumlah pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. DataReportal mencatat 212 juta pengguna internet di Indonesia pada awal 2025, dengan penetrasi 74,6 persen. Indonesia juga memiliki 143 juta identitas pengguna media sosial pada Januari 2025. Kondisi ini membuat media sosial menjadi ruang promosi yang penting bagi UMKM, terutama untuk produk makanan, fesyen, kerajinan, dan kebutuhan rumah tangga.
Selain promosi, kemudahan pembayaran turut menentukan keberhasilan penjualan online. Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant hingga semester I 2025. Dari jumlah merchant tersebut, 93,16 persen merupakan UMKM. Data ini menunjukkan bahwa pembayaran digital mulai menjadi infrastruktur penting bagi usaha kecil.
Dengan kondisi tersebut, UMKM perlu fokus pada strategi sederhana tetapi konsisten. Pelaku usaha perlu menampilkan foto produk yang jelas, menulis deskripsi yang jujur, merespons pesan dengan cepat, menyediakan metode pembayaran digital, dan menjaga kualitas pengiriman. Strategi ini lebih efektif daripada hanya mengejar jumlah unggahan tanpa pengelolaan layanan yang rapi.