Jangan Sampai Ketinggalan, Ini Jadwal Lengkap SNBT 2026 dari Pendaftaran sampai Pengumuman
Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 dibuka mulai 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Simak jadwal lengkap, syarat peserta, biaya, dan tahapan pentingnya.
Calon mahasiswa yang berencana mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026 perlu mulai bergerak sekarang. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru menetapkan bahwa pendaftaran UTBK-SNBT 2026 dibuka pada 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Jadwal ini penting dicatat sejak awal karena seluruh tahapan berjalan ketat dan saling berkaitan, mulai dari registrasi akun siswa, pendaftaran, pembayaran biaya, pelaksanaan tes, sampai pengumuman hasil. Peserta yang terlambat di satu tahap berisiko tertinggal dari proses berikutnya.
Berdasarkan jadwal resmi SNPMB, registrasi akun SNPMB siswa berlangsung pada 12 Januari hingga 7 April 2026. Setelah itu, pendaftaran UTBK-SNBT dibuka pada 25 Maret sampai 7 April 2026, sedangkan pembayaran biaya UTBK berlangsung pada 25 Maret sampai 8 April 2026. Pelaksanaan UTBK dijadwalkan pada 21 sampai 30 April 2026. Hasil seleksi SNBT akan diumumkan pada 25 Mei 2026, lalu peserta dapat mengunduh sertifikat UTBK pada 2 Juni sampai 31 Juli 2026. SNPMB juga menegaskan bahwa setiap tahapan pada tanggal penutupan berakhir pada pukul 15.00 WIB, sehingga peserta tidak sebaiknya menunggu sampai mendekati batas akhir.
Dari sisi peserta, SNBT 2026 terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang memiliki NIK, siswa SMA, SMK, MA, atau sederajat yang berada di kelas terakhir tahun 2026, serta lulusan tahun 2024 dan 2025. Peserta dari Paket C juga dapat mendaftar dengan syarat usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026. Bagi siswa yang belum memiliki ijazah, panitia mensyaratkan surat keterangan siswa kelas 12 yang memuat identitas, pas foto terbaru, tanda tangan kepala sekolah atau madrasah, serta stempel sekolah. Ketentuan ini penting karena sering kali calon peserta baru menyadari kekurangan dokumen saat masa pendaftaran hampir berakhir.
SNBT 2026 sendiri merupakan jalur seleksi yang didasarkan pada hasil UTBK 2026. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali, dan hasil tes tersebut hanya berlaku untuk mengikuti SNBT serta penerimaan mahasiswa baru di PTN pada tahun 2026. Bagi peserta yang memilih program studi seni atau olahraga, panitia juga mewajibkan unggahan portofolio sesuai ketentuan program studi masing-masing. Hal lain yang tidak kalah penting, siswa yang telah dinyatakan lulus jalur SNBP 2026, 2025, dan 2024 tidak dapat mengikuti SNBT 2026. Aturan ini perlu dipahami sejak awal agar peserta tidak salah mengambil langkah saat menentukan jalur masuk perguruan tinggi.
Dalam hal pilihan program studi, panitia memberi ruang yang cukup fleksibel. Peserta bebas memilih program studi di PTN Akademik dan atau PTN Vokasi, dengan jumlah pilihan maksimal empat program studi. Untuk satu atau dua pilihan, peserta bebas menentukan kombinasi program akademik maupun vokasi. Untuk tiga pilihan, kombinasi harus mengikuti pola resmi, misalnya dua program akademik dan satu program vokasi, atau satu program akademik dan dua program vokasi, atau tiga program vokasi dengan minimal satu program Diploma Tiga. Untuk empat pilihan, kombinasi juga diatur lebih ketat, termasuk kewajiban adanya minimal satu program Diploma Tiga dalam susunan tertentu. Urutan pilihan juga menunjukkan prioritas, sehingga peserta perlu menyusunnya dengan strategi yang matang, bukan sekadar berdasarkan keinginan spontan.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah biaya seleksi. Berdasarkan informasi resmi SNPMB, biaya UTBK-SNBT 2026 sebesar Rp200.000. Namun, pemegang KIP-Kuliah kategori 1 tidak dikenakan biaya seleksi. Pembayaran dilakukan melalui bank mitra, yaitu Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan BSI. Peserta juga perlu memahami bahwa mereka dapat memilih pusat UTBK sebagai lokasi tes, tetapi tidak dapat menentukan jadwal tes sendiri karena penjadwalan ditetapkan oleh sistem. Dengan kata lain, yang bisa dipilih adalah lokasi ujian, sedangkan waktu pelaksanaan akan mengikuti penempatan dari sistem SNPMB.
Adapun materi tes UTBK 2026 mencakup Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Pada bagian Tes Potensi Skolastik, komponen yang diujikan meliputi penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif. Pada bagian Tes Literasi, peserta akan menghadapi literasi dalam Bahasa Indonesia, literasi dalam Bahasa Inggris, dan penalaran matematika. Susunan materi ini menunjukkan bahwa persiapan SNBT tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, melainkan menuntut kemampuan membaca, menalar, memahami informasi, dan mengolah persoalan secara sistematis.
Karena itu, peserta sebaiknya tidak menunda persiapan. Langkah paling aman adalah memastikan akun SNPMB sudah aktif, menyiapkan dokumen identitas, menentukan pilihan program studi secara realistis, dan memahami tenggat pembayaran maupun jadwal tes. SNBT 2026 memberi peluang yang luas bagi calon mahasiswa untuk memilih kampus dan program studi lintas wilayah, tetapi peluang itu hanya berguna bagi peserta yang tertib secara administratif dan disiplin terhadap jadwal. Dalam seleksi seperti ini, banyak peserta gagal bukan semata karena nilai, melainkan karena terlambat, salah unggah dokumen, atau kurang cermat membaca ketentuan.