Medan
BREAKING Headline
Teknologi EDITORIAL

Anak Muda Makin Bergantung pada AI, Dosen Ingatkan Pentingnya Berpikir Kritis

Publish: 20 May 2026 0 komentar

Penggunaan AI di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat. Dosen mengingatkan bahwa teknologi ini perlu dipakai sebagai alat bantu, bukan pengganti nalar kritis dan kemandirian berpikir.

Anak Muda Makin Bergantung pada AI, Dosen Ingatkan Pentingnya Berpikir Kritis
Komentar

Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat. Teknologi ini kini banyak dimanfaatkan untuk mencari ide, merangkum materi, menyusun tugas, hingga membantu memahami topik yang kompleks. Survei Student Generative AI Survey 2026 di Inggris menunjukkan bahwa 95% mahasiswa telah menggunakan AI dalam setidaknya satu aktivitas, sementara 94% mengaku memakainya untuk membantu tugas yang dinilai secara akademik.

Fenomena tersebut memunculkan perhatian dari kalangan pendidik. Survei nasional yang dilakukan American Association of Colleges and Universities bersama Elon University pada Januari 2026 menemukan bahwa 95% dosen menilai AI berpotensi membuat mahasiswa terlalu bergantung pada teknologi. Selain itu, 90% responden khawatir penggunaan AI yang tidak terkendali dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan akademisi di Indonesia. Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta, dalam publikasi kampus pada 12 Februari 2026, mengingatkan bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk menggali ide dan mempercepat pekerjaan tertentu, bukan sebagai pengganti proses berpikir manusia. Penggunaan yang berlebihan tanpa evaluasi dinilai dapat menurunkan ketajaman analisis dan kemandirian intelektual.

Meski demikian, AI tidak selalu berdampak negatif. OECD dalam Digital Education Outlook 2026 menegaskan bahwa AI dapat mendukung pembelajaran, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis apabila digunakan dengan tujuan pedagogis yang jelas. Artinya, manfaat AI sangat bergantung pada cara penggunaannya: apakah hanya untuk memperoleh jawaban instan, atau sebagai alat untuk menguji argumen, membandingkan informasi, dan memperdalam pemahaman.

Karena itu, dosen dan lembaga pendidikan dinilai perlu memperkuat literasi AI sekaligus membiasakan mahasiswa memverifikasi informasi, mempertanyakan hasil yang dihasilkan mesin, serta tetap menyusun pendapat berdasarkan analisis sendiri. Di tengah pesatnya adopsi teknologi, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi keterampilan utama yang tidak boleh tergantikan.

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.