Ramai Dicari, 7 Ide Usaha Rumahan yang Masih Menjanjikan pada 2026
Tujuh ide usaha rumahan pada 2026 yang masih menjanjikan meliputi makanan siap saji, hampers, laundry, produk lokal online, jasa konten digital, kursus privat, dan perawatan hewan.
Usaha rumahan diprediksi tetap menarik pada 2026 karena daya beli domestik masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, sementara konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen penting dalam pembentukan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuka ruang bagi usaha kecil berbasis kebutuhan harian, terutama yang bisa dijalankan dari rumah dengan modal bertahap.
Pertama, usaha makanan siap saji dan lauk rumahan masih prospektif. Permintaan makanan praktis, katering harian, bekal kantor, hingga frozen food terus relevan karena masyarakat membutuhkan pilihan makanan yang cepat, terjangkau, dan mudah dipesan.
Kedua, usaha kue, hampers, dan produk musiman juga masih menjanjikan. Momen Ramadan, Lebaran, ulang tahun, wisuda, dan acara kantor menciptakan permintaan berulang untuk produk personal yang bisa dibuat dari rumah.
Ketiga, jasa laundry rumahan, termasuk laundry sepatu dan tas, berpeluang berkembang di kawasan padat penduduk, kos, dan perumahan pekerja. Usaha ini mengandalkan kedekatan lokasi, layanan antar-jemput, dan kecepatan pengerjaan.
Keempat, reseller atau produsen kecil produk lokal masih punya pasar, terutama jika menjual produk yang jelas kualitas dan ceruk pasarnya. Laporan e-Conomy SEA 2025 menyebut e-commerce Indonesia tetap menjadi kontributor terbesar ekonomi digital nasional, dengan proyeksi GMV sektor e-commerce mencapai sekitar US$71 miliar pada 2025.
Kelima, jasa konten digital seperti desain promosi, pengelolaan media sosial, foto produk, dan video pendek semakin dibutuhkan UMKM. Pertumbuhan ekonomi digital dan media online menunjukkan bahwa promosi berbasis konten makin penting bagi usaha kecil yang ingin bersaing.
Keenam, kelas privat, bimbingan belajar, dan kursus keterampilan online dapat dijalankan dari rumah dengan biaya operasional rendah. Peluangnya terbuka untuk pelajaran sekolah, bahasa asing, desain, mengaji, musik, hingga keterampilan praktis.
Ketujuh, jasa perawatan hewan peliharaan rumahan, seperti grooming sederhana, penitipan harian, dan penjualan makanan hewan, juga layak dipertimbangkan, terutama di wilayah perkotaan.
Meski peluangnya besar, pelaku usaha rumahan perlu menjaga margin. INDEF mengingatkan bahwa semakin banyak pelaku masuk ke e-commerce, tetapi biaya platform, logistik, iklan digital, serta persaingan produk impor dapat menekan keuntungan UMKM. Karena itu, usaha rumahan pada 2026 sebaiknya tidak hanya mengandalkan harga murah, tetapi juga kualitas, layanan cepat, kemasan rapi, dan kedekatan dengan pelanggan.