Medan
BREAKING Headline
Teknologi EDITORIAL

Konten Video Pendek Makin Dominan, Pelaku Usaha Mulai Ubah Strategi Promosi

Publish: 23 May 2026 0 komentar

Video pendek makin dominan dalam promosi digital. Pelaku usaha mulai memakai tutorial, cerita produk, dan konten singkat untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Konten Video Pendek Makin Dominan, Pelaku Usaha Mulai Ubah Strategi Promosi
Komentar

Konten video pendek semakin menjadi pilihan utama pelaku usaha untuk menjangkau konsumen. Perubahan ini terjadi karena masyarakat makin aktif memakai media sosial untuk mencari informasi, melihat rekomendasi produk, dan mengikuti tren belanja harian.

Laporan Digital 2026 mencatat jumlah identitas pengguna media sosial di Indonesia mencapai 180 juta atau setara 62,9 persen dari total populasi. Media sosial juga masih menjadi jenis situs dan aplikasi yang paling banyak dikunjungi, disusul platform percakapan digital. Kondisi ini membuat promosi usaha tidak lagi cukup mengandalkan foto produk dan teks pendek. Pelaku usaha mulai menyesuaikan konten agar lebih cepat menarik perhatian audiens.

Dominasi video pendek juga terlihat dari besarnya jangkauan platform berbasis video. DataReportal mencatat TikTok memiliki 180 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas di Indonesia pada akhir 2025. Jangkauan iklannya setara 88,9 persen dari populasi dewasa dan 78,2 persen dari basis pengguna internet lokal. Angka ini menunjukkan bahwa video pendek telah menjadi kanal penting dalam strategi pemasaran digital.

Pelaku usaha kecil mulai mengubah cara promosi. Mereka tidak hanya menampilkan katalog, tetapi membuat konten yang lebih praktis. Produk diperkenalkan melalui video tutorial, proses produksi, ulasan pelanggan, cerita pemilik usaha, hingga potongan promosi berdurasi singkat. Format ini dianggap lebih mudah dibagikan dan lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna yang mengonsumsi informasi secara cepat.

Riset pada Journal of Digital Marketing and Search Engine Optimization menjelaskan bahwa video pendek di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan visibilitas merek. Riset tersebut juga menyoroti pentingnya narasi cepat, visual yang dinamis, elemen emosional, dan penyesuaian strategi lintas platform.

Namun, perubahan strategi ini tidak selalu mudah. Pelaku usaha harus menjaga konsistensi unggahan, memahami karakter audiens, membaca data tayangan, dan membuat pesan yang jelas dalam waktu singkat. Konten yang terlalu keras menjual juga berisiko diabaikan. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai menggabungkan promosi dengan edukasi ringan dan cerita yang dekat dengan kebutuhan konsumen.

Dukungan ekosistem digital untuk UMKM juga terus dibutuhkan. Kementerian UMKM menempatkan penguatan ekosistem kewirausahaan, peningkatan kapasitas usaha, serta akses pasar sebagai bagian dari arah kebijakan pengembangan UMKM. Pendampingan ini penting agar pelaku usaha tidak hanya hadir di media sosial, tetapi mampu mengelola promosi digital secara terukur.

Sebelumnya
Tidak ada artikel sebelumnya
Berikutnya
Tidak ada artikel berikutnya
Komentar
Diskusi santun. Hindari SARA dan ujaran kebencian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.